KiSaH PemBenTuk Akhlak

KiSaH PemBenTuk Akhlak
°•°•°•°•°••°•°•°•°•°•°•°°•°°•°°•°
Sukakah anda mendengarkan kisah masa lalu. Baik itu tentang kejayaan, kehancuran, perjuangan, keajaiban dan bahkan sebuah romansa percintaan. Maka tentu saja semua menjawab "Ya". Tidak kenal usia dan jenis kelaminnya kita senang untuk mendengarkan. Mungkin sebab itulah indra dengar dianugrahkan sebanyak satu pasang lebih dari lidah.
Dasyatnya pengaruh sebuah cerita bisa memberikan semangat dan menghidupkan jiwa-jiwa yang mati. Tak ingatkah kita bagaimana Allah mengabarkan kisah-kisah nabi terdahulu kepada Rasulullah di saat beliau mengalami tahun kesedihan. Ditinggal oleh istri tercinta dan paman yang setia melindunginya. Dan cobaan berat penolakan dakwah di awal ledatangannya. Maka Allah kuatkan salah satunya dengan kisah perjuangan nabi dan orang-orang sholeh.

Kisah dapat mempengaruhi bagaimana cara fikir dan jiwa seseorang terbentuk. Pilihan kisah merupakan hal bijak yang harus dilakukan demi terbentuknya karakter yang luar biasa. Sebab itulah sebagai seorang guru kita mesti merasa terpanggil untuk melakukan hal yang sama. Kisah bisa sebagai nasehat ampuh tanpa pendengar menyadari bahwa ia sedang di nasehati. Kisah bisa mengajarkan tanpa pendengar sadar bahwasanya dia sedang diajar. Kisah bisa menjadi sebuah perintah dengan efek yang sama, pendengar tidak menyadari bahwa jiwanya sedang di perintah. Dan kisah yang terbaik ada dalam Al qur'an. Kembalikan sumber ajar akhlak kita pada Al Qur'an. Gembar gembor pembentukan karakter hari ini semuanya sudah terpenuhi dalam al qur'an dan di detailkan dengan hadits.

Menurut pandangan kami hal ini penting di terapkan di sekolah. Pagi adalah awal yang baik untuk menyampaikan kisah. Saat kondisi otak masih segar dan siap tanpa gangguan yang banyak. Dan kami mencobakan bersama siswa. Ketika akan memulai biasanya ada saja anak yang menawarkan diri menjadi pembaca. Mereka senang memulai pelajaran dengan kisah. Lalu kita mendiskusikan isi. Mencoba menggali pandangan dan pengalaman yang di lalui siswa terkait kisah. Terkadang di selingi membacakan hadits pilihan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan karakter dan diikuti dengan pembahasan makna yang terkandung. Kami ingin mereka kenal dengan syari'at agamanya sendiri.  Kami sadar bahwa akhlak dan adab diatas segala-galanya. Karena buah yang baik akan lahir dari bibit yang baik, dan penjagaan proses adalah sebuah keharusan. (Wulan Sari, S.Pd)

Post a Comment

0 Comments